Inilah Sebab Lantai Masjidil Haram Terasa Sejuk Saat Cuaca Panas

Disadari atau tidak, tiap kali ketika Anda menginjakkan kaki di lantai Masjidil Haram, Anda merasakan kesejukan pada lantai marmer tersebut. Padahal cuaca di luar begitu kering dan panas. Sangat ironi sekali bukan.

Saking ironinya, tidak sedikit khalayak umum yang memperdebatkan terkait asas kasualitas (sebab-akibat) lantai dingin tersebut. Sebagian besar dari mereka berasumsi jika lantai itu telah menggunakn bantuan teknologi, alias tidak alami. Sebab seperti kita tahu bahwa Arab Saudi sendiri cenderung bermusim panas dengan suhu lumayan tinggi.

Sejurus kemudian, pihak Masjidil Haram memberi klarifikasi dibalik “rasa dingin” tersebut. Rupanya, ada beberapa rangkaian pipa dan air dingin mengalir di dalamnya, tepat di bawah lantai marmer tersebut.

Menurut pihak kantor General Presidency Dua Masjid Suci, penyebab utama mengapa hal tersebut bisa terjadi dikarenakan pemilihan jenis marmer yang digunakan, yakni Thassos. Penggunaan jenis marmer langka ini ternyata mampu memantulkan sinar matahari sekaligus memadamkan hawa panas secara efektif dalam sehari.

Baca juga : Mengenal 4 Jenis Keramik Lantai Yang Umum Di Pasaran

Usut punya usut, nama Thassos berasal dari nama pulaunya sendiri, yaitu Pulau Thassos. Sejak ribuan tahun silam, pulau ini dikenal dengan warisan marmernya. Seluruh dunia pun telah mengenalnya karena terlihat mewah dan tembus pandang.

Jika Anda sedang berkunjung ke pulau Thassos, maka Anda akan disuguhkan dengan pemandangan puluhan lori. Masing-masing dari mereka telah dipenuhi tumpukkan lempeng marmer raksasa, untuk selanjutnya dikirim melalui pelabuhan.

Related Posts