Mengintip Masjid Segitiga, Khas Arsitektur Eropa Karya Ridwan Kamil

Tak jauh dari ke pusat perbelanjaan Grand Indonesia, ada sebuah bangunan masjid dengan arsitektur out-of-the box. Siapa sangka jika masjid tersebut adalah karya dari Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Tempat ibadah ini dinamai dengan Masjid Jami Darussalam. Usut punya usut, Ridwan Kamil atau akrab disapa dengan Kang Emil, ternyata lulusan arsitektur Institut Tekonologi Bandung (ITB). Proyek pembangunan masjid tersebut merupakan hasil rancangan biro arsitektur bernama Urbane.

Ya, Urbane sendiri adalah sebuah perusahaan milik Kang Emil. Berdiri pada tahun 2004, Urbane tidak hanya melayani proyek dalam negeri, bahkan mancanegara. Para arsiteknya pun rata-rata berasal dari kalangan profesional muda.

Sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Kang Emil bersama Urbane memulai sebuah proyek pembangunan Masjid Jami Darussalam di tahun 2012. Masjid ini sejatinya ruislag, dengan kata lain masjid ini sebenarnya dipindahkan dari tanah wakaf awal ke tanah wakaf lain.

Awalnya, Masjid Jami Darussalam berlokasi di tanah wakaf Jalan Kotabumi, kurang lebih 50 meter dari belakang plaza UOB. Sayangnya, tanah milik PT Putra Gaya Wahana telah mengepung tanah wakaf tersebut. Karena telah memasuki peta proyek pembangunan.

Sejurus kemudian perusahaan tersebut (PT. Putra Gaya Wahana) memperoleh izin dari Menteri Agama untuk menukar lokasi masjid ke area yang tak jauh dari lokasi semula. Beruntung tanah yang ditukar ukurannya jauh lebih luas daripada tanah yang awal.

masjid unik

urbane.co.id

Umumnya masjid identik dengan kubah, namun Masjid Jami Darussalam justru lebih menonjolkan bentuk segitiga. Karena desainnya yang unik, pihak pengurus masjid pun awalnya sempat menolak. Mereka berasumsi bahwa bentuk segitiga tidak mencerminkan karakteristik masjid pada umumnya.

Sadar akan desainnya ditolak, Kang Emil memberi argumen kepada pihak pengembang dan pengurus masjid. Tak lama berselang kedua belah pihak akhirnya bersepakat. Proyek pembangunan masjid dilaksanakan pada tahun 2012.  Lalu diresmikan pada 25 Juni 2015.

suara.com

Dalam argumennya, Kang Emil mengatakan bahwa kubah masjid tidak cocok untuk iklim tropis. Lalu diterapkanlah bentuk segitiga, dengan kaligrafi cantik bertuliskan Lailahaillallah, dan beragam filosofi arsitektur lainnya.

aktual.com

aktual.com

aktual.com

Untuk mencukupi kebutuhan dana operasional sehari-hari. Masjid Jami Darussalam menggunakan sistem wakaf produktif. Tak sedikit pula perusahaan sekitar yang turut andil dalam pengembangan masjid ini.

Saat momen puasa, masjid ini aktif menyediakan makanan dan minuman secara cuma-cuma. Beragam fasilitas umum juga disediakan, seperti sewa ruangan, ruko dan warung kopi.
Sebagian besar jama’ah Masjid Jami Darussalam berasal dari pekerja sekitar, selebihnya adalah warga setempat yang tidak begitu banyak.

Jika Anda membutuhkan kontraktor bangun atau renovasi masjid, silahkan berkonsultasi di halaman kontak kami secara GRATIS.

Related Posts

ADA PERTANYAAN, KONSULTASI ATAU JOB ORDER?KLIK DISINI
+ +